Iklan Sudah Jalan, Tapi Kok Sales Masih Nol?

Iklan Sudah Jalan, Tapi Kok Sales Masih Nol?

Sudah keluar uang buat iklan, tapi belum ada satu pun sales yang masuk?

Situasi seperti ini sering bikin panik. Biasanya kita langsung menyalahkan targeting, algoritma, atau campaign yang dianggap gagal.

Padahal, iklan belum tentu menjadi masalahnya.

Bisa jadi ada bagian lain dari alur penjualan yang bocor.

1. Nggak ada yang klik iklan

Kalau iklan sudah tayang tapi hampir nggak ada yang mengeklik, coba lihat creative-nya.

Apakah visualnya cukup menarik?
Apakah hook-nya langsung menjelaskan masalah calon pembeli?
Apakah iklannya berbicara dengan target yang tepat?

Orang tidak akan mengeklik iklan hanya karena produknya bagus. Mereka mengeklik karena merasa pesan iklan itu relevan dengan masalah atau keinginan mereka.

Kalau CTR rendah, jangan langsung ganti produk. Coba evaluasi visual, headline, angle, dan copywriting terlebih dahulu.

2. Ada klik, tapi orang nggak sampai ke halaman

Kalau ada yang mengeklik iklan tetapi page view-nya rendah, masalahnya bisa ada di sisi teknis.

Beberapa hal yang perlu dicek:

– Link iklan salah
– Website atau landing page terlalu lama dibuka
– Halaman tidak nyaman dibuka lewat HP
– Tracking tidak berjalan dengan benar
– Orang keluar sebelum halaman selesai dimuat

Di tahap ini, mengganti targeting belum tentu menyelesaikan masalah. Pastikan dulu orang yang sudah tertarik benar-benar bisa sampai ke halaman penawaran.

3. Page view ada, tapi tidak ada chat atau form

Ini berarti orang sudah melihat halaman, tetapi belum cukup yakin untuk melanjutkan.

Coba evaluasi:

– Apakah manfaat produknya jelas?
– Apakah harga dan penawarannya masuk akal?
– Apakah ada alasan kuat untuk membeli sekarang?
– Apakah halaman terlihat bisa dipercaya?
– Apakah calon pembeli memahami cara melakukan pemesanan?

Landing page tidak cukup hanya terlihat rapi. Halaman tersebut harus bisa menjawab keraguan calon pembeli.

4. Lead masuk, tapi nggak ada yang closing

Kalau leads sudah masuk tetapi sales tetap nol, jangan buru-buru menyalahkan iklan.

Bisa jadi masalahnya ada di proses setelah leads masuk.

Misalnya:

– CS terlalu lama membalas
– Follow-up hanya dilakukan sekali
– Jawaban CS terlalu kaku
– CS tidak memahami produk
– Harga atau ongkir baru dijelaskan di akhir
– Leads yang masuk memang kurang berkualitas

Iklan hanya membawa orang masuk ke dalam funnel. Setelah itu, proses follow-up yang menentukan apakah mereka lanjut membeli atau tidak.

5. Jangan mengganti semua hal sekaligus

Kesalahan yang sering terjadi adalah mengganti produk, creative, targeting, landing page, dan campaign secara bersamaan.

Hasilnya, kita tidak tahu bagian mana yang sebenarnya bermasalah.

Lebih baik cek alurnya satu per satu:

– CTR: apakah iklannya menarik?
– Page view: apakah orang berhasil masuk ke halaman?
– Lead: apakah penawarannya cukup kuat?
– Purchase: apakah proses closing berjalan?

Dengan cara ini, keputusan yang diambil berdasarkan data, bukan sekadar panik karena belum ada sales.

Penutup

Iklan yang sudah berjalan tetapi belum menghasilkan sales tidak selalu berarti campaign-nya gagal.

Mungkin ada masalah di creative.
Mungkin link atau landing page-nya bermasalah.
Mungkin penawarannya belum cukup kuat.
Atau mungkin proses follow-up-nya belum berjalan dengan baik.

Jadi sebelum mengganti targeting atau mematikan iklan, cari dulu titik yang macet.

Iklan cuma membawa orang masuk. Yang membuat mereka membeli adalah sistem yang ada setelahnya.

Leave a Reply

© 2018 - Loops.id