Ketika biaya iklan mulai naik dan hasilnya menurun, banyak orang langsung menyalahkan targeting.
Target audience dianggap terlalu sempit. Campaign langsung diganti. Interest dirombak. Bahkan ada yang buru-buru membuat campaign baru dari awal.
Padahal, masalahnya belum tentu ada di targeting.
Bisa jadi audiensmu sudah terlalu sering melihat creative yang sama.
Creative yang Terlalu Sering Diulang
Creative adalah hal pertama yang dilihat audiens sebelum mereka memutuskan untuk berhenti scroll atau tidak.
Kalau visualnya selalu sama, kalimat pembukanya sama, dan cara penyampaiannya tidak berubah, audiens lama-lama akan merasa bosan.
Mereka mungkin masih masuk ke dalam target audience yang benar. Mereka mungkin masih membutuhkan produkmu. Tapi karena iklannya sudah terlalu familiar, perhatian mereka tidak lagi muncul.
Akhirnya, iklan mulai kehilangan tenaga.
CTR bisa turun. Biaya per hasil bisa naik. Komentar dan interaksi berkurang. Bukan karena produknya selalu tidak menarik, tetapi karena cara menyampaikannya sudah tidak terasa baru.
Jangan Langsung Ganti Campaign
Mengganti targeting memang bisa menjadi salah satu pilihan. Namun, jangan jadikan itu sebagai langkah pertama setiap kali performa iklan turun.
Coba evaluasi creative terlebih dahulu:
– Apakah visualnya masih menarik?
– Apakah hook-nya masih relevan?
– Apakah masalah yang diangkat benar-benar dirasakan audiens?
– Apakah offer-nya masih terlihat jelas?
– Apakah format videonya sudah terlalu sering digunakan?
Kadang, kamu tidak perlu mencari audiens baru. Kamu hanya perlu berbicara kepada audiens yang sama dengan cara yang berbeda.
Coba Ganti Sudut Creative
Satu produk bisa dikomunikasikan dengan banyak cara.
Misalnya, jangan hanya menunjukkan produknya. Coba angkat:
– Masalah yang sering dialami calon pembeli
– Kesalahan yang sering dilakukan
– Perbandingan sebelum dan sesudah
– Pengalaman pengguna
– Alasan produk itu berbeda
– Cara memakai produk dengan lebih efektif
Visualnya juga bisa diganti. Gunakan angle kamera yang berbeda, suasana yang berbeda, atau gaya editing yang lebih segar.
Bahkan perubahan kecil pada kalimat pembuka bisa membuat iklan terasa seperti materi baru.
Kesimpulan
Saat iklan mulai mahal, jangan langsung menyimpulkan bahwa targeting-mu salah.
Bisa jadi audiensmu sudah bosan melihat creative yang sama berulang kali.
Sebelum mengganti campaign, coba segarkan dulu visual, hook, angle masalah, dan offer-nya.
Karena kadang yang perlu diganti bukan target audience-nya, tetapi cara kamu berbicara kepada mereka.
Kalau iklanmu mulai capek, creative-nya juga perlu disegarkan.


