Bulan puasa bukan cuma momentum ibadah, tapi juga salah satu periode paling “panas” dalam dunia bisnis. Pola hidup berubah, kebiasaan belanja ikut berubah, dan menariknya — justru di sinilah peluang cuan paling besar muncul.
Masalahnya, masih banyak pebisnis yang jualan dengan pola biasa. Padahal, selama Ramadan ada jam-jam tertentu yang performanya jauh lebih tinggi dibanding hari normal. Kalau tahu timing-nya, peluang closing bisa naik drastis.
Berikut waktu paling gacor buat jualan selama bulan puasa yang wajib kamu manfaatkan.
1. Menjelang Waktu Berbuka (16.30 – 18.30)
Ini adalah prime time Ramadan.
Menjelang berbuka, orang mulai:
- mencari makanan dan minuman
- scrolling media sosial sambil menunggu adzan
- impulsive buying meningkat karena lapar dan haus
Konten atau promo yang muncul di jam ini punya peluang dilihat lebih besar. Produk yang paling laris biasanya:
- makanan & minuman
- snack
- takjil
- produk instan & praktis
- promo diskon cepat (flash sale)
Tips:
Gunakan caption singkat, visual menggoda, dan call to action langsung seperti “Order sekarang, buka puasa makin nikmat!”
2. Setelah Tarawih (20.00 – 22.00)
Banyak yang mengira malam hari sepi. Faktanya, ini salah satu jam closing terbaik.
Setelah ibadah malam:
- orang lebih santai
- fokus pegang HP
- waktu belanja online meningkat
Di jam ini, konsumen lebih rasional dibanding menjelang buka. Cocok untuk:
- produk fashion
- skincare
- gadget
- kebutuhan rumah tangga
- jasa & digital product
Tips:
Gunakan storytelling atau edukasi produk karena audiens punya waktu membaca lebih lama.
3. Jam Sahur (03.30 – 05.30)
Ini timing yang sering diremehkan, padahal engagement-nya unik.
Saat sahur:
- banyak orang scrolling sambil makan
- notifikasi lebih sedikit (kompetitor minim)
- konten lebih mudah terlihat
Strategi yang cocok:
- scheduled posting
- promo “early deal”
- reminder promo harian
Konten ringan dan relatable biasanya perform lebih baik di jam ini.
4. H-7 hingga H-1 Lebaran (Golden Moment)
Kalau Ramadan itu musim ramai, maka minggu terakhir adalah puncaknya.
Konsumen biasanya panik membeli:
- baju lebaran
- hampers
- kue kering
- hadiah
- perlengkapan mudik
Di fase ini, keputusan pembelian jauh lebih cepat. Orang tidak terlalu lama membandingkan harga — yang penting cepat sampai.
Tips:
Tekankan urgency seperti:
- “Last stock”
- “Pengiriman terakhir sebelum Lebaran”
- “Siap kirim hari ini”
5. Kenapa Timing Itu Penting Saat Ramadan?
Selama puasa, energi dan fokus orang berubah. Siang hari biasanya lebih sepi karena orang menghemat tenaga. Aktivitas digital justru naik saat:
- menunggu berbuka
- malam hari
- sahur
Artinya, strategi jualan bukan soal posting lebih banyak, tapi posting di waktu yang tepat.
Pebisnis yang paham ritme Ramadan biasanya tidak perlu promosi besar-besaran — cukup hadir di momen ketika calon pembeli sedang paling siap membeli.
Penutup
Ramadan cuma datang setahun sekali, tapi dampaknya ke bisnis bisa luar biasa kalau dimanfaatkan dengan benar. Jangan jualan seperti bulan biasa. Ubah timing, sesuaikan strategi, dan hadir di jam-jam paling aktif.
Ingat, di bulan puasa bukan yang paling sering jualan yang menang — tapi yang paling paham momentum.




