Banyak yang Belum Tahu! Ini Cara Menentukan 1 Ramadan di Indonesia

Banyak yang Belum Tahu! Ini Cara Menentukan 1 Ramadan di Indonesia

Setiap tahun, menjelang bulan suci Ramadan, masyarakat Indonesia selalu menunggu satu momen penting: pengumuman resmi awal puasa. Tidak jarang muncul pertanyaan, kenapa awal Ramadan harus ditunggu pengumumannya? dan bagaimana sebenarnya 1 Ramadan ditentukan?

Ternyata, penetapan awal Ramadan di Indonesia bukan sekadar perkiraan kalender. Ada proses ilmiah, keagamaan, dan musyawarah nasional yang dilakukan secara serius agar umat Islam dapat memulai ibadah secara bersama-sama.

Berikut penjelasan lengkapnya.

Penentuan Ramadan Tidak Dilakukan Sembarangan

Di Indonesia, penetapan awal Ramadan dilakukan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui forum yang dikenal sebagai sidang isbat.

Sidang ini melibatkan berbagai pihak, antara lain:

  • perwakilan organisasi Islam,
  • ahli astronomi dan pakar falak,
  • Badan Meteorologi dan instansi terkait,
  • serta tokoh agama dari seluruh Indonesia.

Tujuannya adalah memastikan awal bulan Hijriah ditentukan secara akurat, baik secara agama maupun sains.

Menggunakan Dua Metode: Hisab dan Rukyatul Hilal

Penentuan 1 Ramadan di Indonesia menggunakan kombinasi dua metode utama:

Hisab (Perhitungan Astronomi)

Hisab adalah metode perhitungan posisi bulan menggunakan ilmu astronomi. Para ahli menghitung posisi bulan terhadap matahari, tinggi hilal, serta kemungkinan terlihatnya bulan sabit pertama. Metode ini memberikan prediksi awal kapan Ramadan kemungkinan dimulai.

Rukyatul Hilal (Pengamatan Langsung)

Setelah perhitungan dilakukan, tahap berikutnya adalah rukyat, yaitu pengamatan langsung hilal di berbagai titik di Indonesia, biasanya di daerah pantai atau tempat tinggi dengan horizon terbuka.

Jika hilal terlihat dan memenuhi kriteria tertentu, maka bulan baru Hijriah resmi dimulai.

Sidang Isbat: Momen Penentu Awal Puasa

Setelah data hisab dan laporan rukyat dikumpulkan, pemerintah menggelar sidang isbat. Dalam sidang ini hasil pengamatan dari seluruh Indonesia dibahas bersama para ulama dan ahli sebelum keputusan diambil.

Hasil sidang kemudian diumumkan kepada masyarakat melalui media nasional dan menjadi acuan resmi awal puasa di Indonesia.

Kenapa Kadang Awal Ramadan Bisa Berbeda?

Perbedaan awal Ramadan terkadang terjadi karena adanya perbedaan metode atau kriteria penentuan hilal.

Beberapa organisasi Islam memiliki pendekatan masing-masing, misalnya:

  • Nahdlatul Ulama yang menggabungkan rukyat dan hisab,
  • Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab dengan kriteria tertentu.

Meski berbeda, semuanya memiliki dasar ilmiah dan keagamaan yang kuat. Perbedaan ini justru menunjukkan kekayaan tradisi keilmuan Islam di Indonesia.

Mengapa Pengumuman Resmi Tetap Penting?

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas. Posisi bulan bisa berbeda tergantung lokasi geografis. Karena itu, keputusan nasional diperlukan agar masyarakat memiliki pedoman bersama.

Pengumuman resmi membantu menjaga keseragaman ibadah, menghindari kebingungan, serta memperkuat kebersamaan umat dalam menyambut bulan suci.

Hasil Sidang Isbat Tahun Ini

Pemerintah melalui sidang isbat resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah hasil perhitungan hisab menunjukkan posisi hilal belum memenuhi kriteria visibilitas, serta tidak adanya laporan hilal terlihat dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Penetapan ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama setelah musyawarah bersama para ulama, ahli falak, dan perwakilan organisasi Islam nasional.

Doa untuk Menyambut dan Menjalankan Ramadan

Memasuki Ramadan bukan hanya pergantian kalender, tetapi momentum memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah.

Doa menyambut Ramadan:

Allahumma barik lana fi Rajaba wa Sya’bana wa ballighna Ramadan.
“Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada bulan Ramadan.”

Doa saat menjalankan ibadah puasa:

“Ya Allah, kuatkanlah iman kami, lapangkan hati kami dalam beribadah, ampuni dosa-dosa kami, dan jadikan Ramadan tahun ini lebih baik dari sebelumnya.”

Semoga Ramadan kali ini membawa ketenangan hati, keberkahan rezeki, kesehatan, serta kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selamat menjalankan ibadah puasa — semoga setiap amal diterima dan setiap doa dikabulkan. 🌙

Sumber

  • Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia — Penetapan 1 Ramadan 1447 H
  • Detik Hikmah — Hasil Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 2026
  • Kementerian Agama RI (rilis resmi penetapan awal Ramadan 1447 H)

Leave a Reply

© 2018 - Loops.id