Kapan Kamu Tidak Terburu-buru dalam Melakukan Sesuatu?

Kapan Kamu Tidak Terburu-buru dalam Melakukan Sesuatu?

Pernah sadar tidak, hampir semua hal dalam hidup terasa seperti lomba?

Bangun harus cepat.
Balas chat harus cepat.
Kerja harus cepat.
Sukses pun rasanya harus cepat.

Kita hidup dalam dunia yang memuji kecepatan. Siapa paling produktif dianggap hebat. Siapa paling sibuk terlihat penting. Akhirnya, tanpa sadar, kita terbiasa menjalani hari dengan napas yang selalu setengah tertinggal.

Tapi ada satu pertanyaan sederhana yang jarang kita tanyakan pada diri sendiri:

Kapan terakhir kali kamu melakukan sesuatu tanpa terburu-buru?

Bukan karena tidak punya pekerjaan.
Bukan karena sedang libur.
Tapi benar-benar hadir sepenuhnya.


Terburu-buru Bukan Selalu Tentang Waktu

Sering kali masalahnya bukan jadwal yang padat, melainkan pikiran yang gelisah.

Kita makan sambil memikirkan pekerjaan.
Bekerja sambil memikirkan target berikutnya.
Beristirahat pun sambil merasa bersalah.

Tubuh ada di satu tempat, tapi pikiran sudah berlari jauh ke depan.

Akibatnya, hidup terasa cepat berlalu — bukan karena waktunya kurang, tapi karena kita jarang benar-benar menjalaninya.


Kita Takut Tertinggal

Banyak orang terburu-buru karena takut kalah cepat dari orang lain.

Melihat teman sudah sukses.
Melihat orang lain terlihat lebih maju.
Melihat pencapaian yang terus dibandingkan di media sosial.

Padahal setiap orang punya garis waktunya sendiri.

Bunga tidak mekar bersamaan, tapi semuanya tetap indah saat waktunya tiba.


Pelan Adalah Bentuk Kesadaran

Melambat bukan berarti malas.
Melambat adalah keputusan sadar.

Saat kamu berjalan tanpa tergesa, kamu mulai memperhatikan hal-hal kecil:

  • percakapan yang lebih bermakna,
  • pekerjaan yang lebih rapi,
  • keputusan yang lebih matang,
  • dan hidup yang terasa lebih utuh.

Ironisnya, justru ketika kita tidak terburu-buru, hasil yang kita buat sering kali menjadi lebih baik.


Hidup Tidak Sedang Mengejarmu

Tidak semua kesempatan akan hilang jika kamu berjalan sedikit lebih pelan.

Kadang yang kamu butuhkan bukan bekerja lebih cepat, tapi bernapas lebih dalam.

Karena hidup bukan sekadar daftar target yang harus dicentang satu per satu. Hidup adalah pengalaman yang seharusnya dirasakan.

Jadi hari ini, coba tanyakan lagi pada diri sendiri:

Apakah kamu sedang benar-benar hidup… atau hanya sedang berlari tanpa henti?

Mungkin, sesekali, hal paling produktif yang bisa kamu lakukan adalah berhenti sejenak — dan tidak terburu-buru.

Leave a Reply

© 2018 - Loops.id