Mau Menghasilkan CUAN dari SAMPAH? Ini Caranya

Mau Menghasilkan CUAN dari SAMPAH? Ini Caranya

loops.id
loops.id

Di tahun 2020  jumlah timbulan sampah nasional mencapai 67,8 juta ton. Bahkan di Jakarta, alat pengolahan sampah pada beberapa tempat sudah tidak mampu menangani limbah di Jakarta yang setiap harinya bertambah 80.000 ton. 

Catatan dari World Bank juga menyatakan banyaknya sampah global. Setidaknya ada 2,01 miliar ton sampah padat yang dibuang setiap tahunnya di seluruh dunia. Sayangnya, 33 persen dari jumlah sampah yang dibuang itu, tidak dikelola dengan baik sehingga mencemari lingkungan. Nah, kalau kita terus cuek dan tak berusaha untuk mencoba daur ulang limbah, diperkirakan pada 2050 jumlah sampah global akan mencapai 3,40 miliar ton. Sudah pasti ini akan memunculkan berbagai macam masalah lingkungan dan kesehatan.

Daur ulang limbah tidak hanya ramah lingkungan dan menyelamatkan bumi, tapi juga dapat menjadi ide bisnis yang ciamik. Omset bisnis daur ulang sampah bisa mencapai 80 juta per bulan. Penduduk bumi menghasilkan begitu banyak sampah, dan seiring bertambahnya populasi, bertambah pula tumpukan sampah yang perlu diangkut, dibuang, atau didaur ulang. Ini artinya, bila direncanakan dengan tepat, bisnis pengelolaan limbah bisa sangat menguntungkan, baik bagi diri sendiri maupun untuk lingkungan. 

Berikut 6 trik membangun bisnis dan menghasilkan CUAN  dari sampah.

1. Pilih Cara Pengelolaan Limbahnya

Ada banyak jenis pengelolaan sampah. Kita perlu memilih jenis pengelolaan sampah yang paling menguntungkan dan tepat agar usaha kita bisa berkembang. Kita bisa memilih bisnis pengelolaan limbah makanan sisa, atau sampah elektronik, limbah plastik atau produk komersial hingga pengelolaan sampah hijau (green waste).

2. Siapkan Semua Perlengkapan Bisnis

Pada tahapan ini, kita membutuhkan begitu banyak pencarian informasi untuk melengkapi segala kebutuhan bisnis, dan tentunya ini akan berhubungan dengan pembelanjaan. Misalnya, kita harus mencari lokasi untuk bisnis, kita harus mulai memikirkan karyawan (berapa banyak jumlah karyawan yang diperlukan pada tahap awal). Selanjutnya, kita juga harus memikirkan semua peralatan dan mesin yang diperlukan, plus kendaraan transportasi. Semua ini perlu tersedia bahkan sebelum kita memulai bisnis.

3. Rencakanan Pemasaran

Rencana pemasaran dan cara menjangkaunya sangat penting untuk kesuksesan yang berkelanjutan dalam industri pembuangan limbah. Pertama, kita perlu membuat rencana pemasaran. Berikut cara membuatnya:

  • Identifikasi pelanggan ideal kita. Ketahui apa layanan kita dan siapa yang membutuhkan bantuan dari bisnis kita. Kemudian, buat garis besar penawaran dan pikirkan di mana menemukan orang yang akan membelinya.
  • Jangkau dengan penawaran yang tepat pada waktu yang tepat.
  • Evaluasi kemajuan usaha kita dan sesuaikan kembali rencana pemasaran kita jika diperlukan.
  • Jika suatu rencana tidak berjalan dengan baik, jangan takut untuk membuangnya dan terus bergerak maju dengan rencana baru.

4. Edukasi Orang Lain

Kemungkinannya, kebanyakan penduduk Indonesia belum tahu banyak soal daur ulang dan pengelolaan limbah. Bisa mendapat peluang untuk mendidik komunitas dapat membantu kita mengembangkan bisnis dan meningkatkan pendapatan perusahaan. Membangun koneksi dengan pers lokal tentang membuat cerita yang menampilkan beberapa tips mengolah limbah plastik atau masker yang banyak digunakan pada masa pandemi ini. Atau, berikan informasi tentang cara mengelola minyak jelantah.

Manfaatkan setiap kesempatan yang kita miliki untuk berbicara dengan publik tentang bisnis kita. Kita juga bisa banget mengadakan workshop daur ulang untuk umum, atau membuat acara khusus dimana kita menerima limbah tertentu dan membayarnya dengan harga menarik.

5. Fleksibel

Fleksibilitas memungkinkan kita memanfaatkan peluang yang muncul di industri. Karenanya, kita perlu selalu mengawasi perkembangan terbaru dalam regulasi dan tren bisnis. Fleksibilitas juga akan memposisikan bisnis kita terjebak ‘perangkap’ utama dalam industri ini. Contohnya adalah, ketika biaya bahan bakar naik, maka usaha kita bisa kesulitan beroperasi karena tidak fleksibel atau kurang perencanaan. Kalau kita fleksibel, kita bisa mengubah sedikit perencanaan bisnis agar bisa terus berkelanjutan.

6. Siapkan Modal

Bisnis pengelolaan sampah sangat membutuhkan modal, apalagi untuk di tahap awal. Selain itu, kita kemungkinan akan bekerja dengan lembaga pemerintahan dan lembaga besar yang beberapa di antaranya mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk membayar bisnis yang telah kita lakukan. Nah, untuk menghindari bisnis kita gagal, pastikan kita memiliki modal dasar yang dapat membuat bisnis terus berjalan dalam beberapa bulan meski ada pembayaran dari klien yang belum dibereskan.

Buat yang masih ragu untuk menjalankan bisnis pada industri ini, pelajarilah lebih dalam soal permasalahan sampah di tanah air kita. Fakta yang kita temukan pasti mendorong kita untuk berusaha mencari solusinya, meski dari hal kecil dan dimulai dari diri sendiri. 

Leave a Reply