Edukasi Produk, Taruh di Iklan atau Landing Page?

Edukasi Produk, Taruh di Iklan atau Landing Page?

Ada produk yang bisa langsung dipahami cuma dari satu foto dan harga. Ada juga produk yang bikin calon pembeli mikir:

“Ini cara kerjanya gimana?”
“Bedanya sama produk lain apa?”
“Beneran cocok buat saya?”
“Kalau nggak berhasil, gimana?”

Masalahnya, banyak bisnis mencoba menjawab semua pertanyaan itu di satu tempat.

Semua penjelasan dimasukkan ke iklan. Akibatnya, iklannya kepanjangan dan orang keburu skip.

Begitu dipindahkan ke landing page, semua informasi ikut ditumpuk di sana. Halamannya jadi panjang, muter-muter, dan tombol belinya nggak kelihatan ujungnya.

Padahal iklan dan landing page punya tugas yang berbeda.

Tugas iklan: bikin orang mau lanjut

Iklan bukan tempat untuk menjelaskan seluruh isi produk. Tugas utamanya cukup tiga:

1. Membuat orang sadar dengan masalah yang sedang mereka alami.
2. Menunjukkan kenapa produk kita relevan.
3. Memberi alasan yang cukup kuat untuk lanjut mencari tahu.

Misalnya kita menjual alat pencatat keuangan untuk bisnis kecil.

Iklannya nggak perlu langsung menjelaskan seluruh fitur, cara instalasi, pilihan paket, sampai panduan penggunaannya. Cukup angkat masalah yang mudah dikenali:

“Omzet masuk terus, tapi modal usaha malah makin tipis?”

Setelah perhatian dapat, tunjukkan bahwa ada cara untuk melihat kebocorannya. Baru arahkan orang ke landing page.

Iklan yang bagus bukan iklan yang menjawab semuanya. Iklan yang bagus membuat orang merasa, “Ini masalah gue. Gue perlu lihat lanjutannya.”

Tugas landing page: menghilangkan keraguan

Kalau iklan berhasil mengundang orang masuk, landing page harus membantu mereka mengambil keputusan.

Di sinilah kita bisa menjelaskan:

– produknya bekerja seperti apa;
– siapa yang cocok menggunakannya;
– manfaat yang akan didapat;
– bukti atau contoh penggunaannya;
– harga dan isi penawaran;
– pertanyaan yang sering membuat orang ragu;
– langkah berikutnya untuk membeli atau menghubungi admin.

Jadi, landing page bukan sekadar versi panjang dari iklan.

Iklan membangun ketertarikan. Landing page membantu calon pembeli merasa cukup yakin untuk bertindak.

Apakah landing page harus panjang?

Nggak selalu.

Panjang atau pendeknya landing page seharusnya mengikuti rumitnya keputusan pembelian.

Kalau produknya sederhana, mudah dipahami, harganya ringan, dan risikonya kecil, landing page bisa dibuat ringkas. Tampilkan produknya, manfaat utama, harga, informasi penting, lalu tombol beli.

Tapi kalau produknya mahal, belum familiar, membutuhkan edukasi, atau punya banyak keberatan sebelum dibeli, halaman yang terlalu pendek justru bisa membuat orang makin ragu.

Masalahnya bukan landing page panjang atau pendek. Masalahnya adalah apakah setiap bagian membantu calon pembeli mengambil keputusan.

Kalau satu bagian cuma mengulang janji yang sama dengan kata-kata berbeda, hapus.

Kalau ada informasi yang benar-benar menjawab keraguan, pertahankan.

Cek pertanyaan yang masuk ke CS

Kalau bingung informasi apa yang perlu masuk ke landing page, jangan menebak. Lihat pertanyaan yang berulang di chat customer.

Misalnya orang sering bertanya:

– “Bisa dipakai pemula?”
– “Dapat apa saja?”
– “Berapa lama hasilnya kelihatan?”
– “Ada garansi?”
– “Bisa bayar COD?”
– “Kalau barangnya nggak cocok, bisa ditukar?”

Pertanyaan seperti ini adalah bahan landing page.

Ketika jawabannya sudah tersedia dan mudah ditemukan, customer nggak perlu menunggu admin hanya untuk memahami informasi dasar. CS juga bisa lebih fokus menangani orang yang memang sudah dekat dengan keputusan membeli.

Jangan ukur dari klik saja

Iklan dengan banyak klik belum tentu membawa calon pembeli yang tepat. Landing page dengan banyak pengunjung juga belum tentu membantu penjualan.

Karena itu, jangan hanya melihat biaya klik atau jumlah kunjungan.

Perhatikan juga:

– apakah orang membaca bagian penting;
– apakah mereka sampai ke tombol beli;
– apakah pertanyaan ke CS menjadi lebih berkualitas;
– apakah checkout meningkat;
– apakah closing akhirnya lebih baik.

Kalau iklannya ramai tetapi orang langsung keluar, bisa jadi janji iklan tidak nyambung dengan isi landing page.

Kalau orang membaca sampai bawah tetapi tetap nggak mengambil tindakan, mungkin penawaran, bukti, harga, atau langkah berikutnya belum cukup jelas.

Bagi tugasnya

Cara paling sederhana melihatnya begini:

Iklan menjawab:
“Kenapa saya perlu melihat ini?”

Landing page menjawab:
“Kenapa saya cukup yakin untuk membeli?”

Jangan paksa iklan mengerjakan tugas landing page. Jangan juga membuat landing page menjadi gudang semua informasi yang pernah kita punya.

Beri calon pembeli informasi sesuai tahapnya.

Iklan membuka pintu. Landing page membantu mereka masuk.

Leave a Reply

© 2018 - Loops.id