Melihat CPR yang turun biasanya membuat seller ingin segera menaikkan budget iklan.
Misalnya, sebelumnya biaya per pesanan masih tinggi. Setelah menggunakan GMV Max, CPR terlihat jauh lebih murah. Campaign tampak bagus, penjualan bertambah, dan dashboard terlihat meyakinkan.
Tapi ada satu pertanyaan yang perlu dijawab lebih dulu:
Apakah penjualan tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan?
CPR Murah Belum Tentu Profit
CPR hanya menunjukkan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pesanan berdasarkan perhitungan campaign.
Angka ini belum otomatis menunjukkan profit bersih.
Seller tetap perlu menghitung:
– Harga pokok produk
– Komisi affiliate
– Biaya iklan
– Subsidi atau biaya pengiriman
– Fee marketplace
– Biaya packing
– Biaya admin dan operasional
– Potensi retur atau pembatalan
Kalau semua biaya tersebut belum dikurangi, CPR murah bisa membuat seller merasa lebih untung daripada kondisi sebenarnya.
Penjualan Iklan dan Affiliate Bisa Terlihat Berdekatan
Dalam ekosistem marketplace, penjualan bisa datang dari beberapa sumber:
– Iklan berbayar
– Konten affiliate
– Pencarian organik
– Live streaming
– Pelanggan lama
– Traffic dari luar marketplace
Karena itu, seller perlu memahami dari mana transaksi tersebut berasal. Jangan sampai semua penjualan dianggap sebagai hasil iklan, padahal sebagian sebenarnya datang dari affiliate atau traffic organik.
Kalau sumber transaksinya tidak dibaca dengan benar, seller bisa mengambil keputusan berdasarkan data yang kurang lengkap.
Komisi Affiliate Juga Harus Dihitung
Misalnya sebuah produk terjual dengan harga Rp100.000.
Setelah dikurangi HPP, biaya iklan, fee marketplace, dan komisi affiliate, ternyata sisa margin hanya sedikit.
Dalam kondisi seperti ini, CPR yang terlihat murah belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar.
Komisi affiliate bukan masalah. Affiliate bisa membantu memperluas distribusi dan mendatangkan penjualan. Namun, komisi tersebut harus dimasukkan ke dalam perhitungan sejak awal.
Jangan menghitung biaya iklan saja, lalu mengabaikan biaya yang muncul dari channel penjualan lain.
Jangan Menyamakan Target ROI Semua Produk
Setiap produk memiliki harga jual dan margin yang berbeda.
Produk dengan margin besar mungkin masih aman menggunakan target ROI tertentu. Namun, produk dengan margin tipis membutuhkan perhitungan yang lebih ketat.
Target ROI sebaiknya disesuaikan dengan:
– Harga jual
– HPP
– Komisi affiliate
– Fee marketplace
– Biaya iklan
– Biaya operasional
– Margin minimum yang ingin dipertahankan
Target yang terlihat bagus di satu produk belum tentu cocok untuk produk lainnya.
Cara Mengecek Apakah Campaign Benar-benar Sehat
Sebelum menaikkan budget, lakukan beberapa pengecekan sederhana:
1. Pisahkan sumber transaksi
Cek mana pesanan yang berasal dari iklan, affiliate, pencarian organik, dan channel lainnya.
2. Hitung margin setelah semua biaya
Jangan berhenti di CPR. Hitung berapa uang yang benar-benar tersisa setelah semua biaya dikurangi.
3. Bandingkan dengan margin minimum
Campaign yang menghasilkan omzet besar tetapi margin terlalu tipis tetap perlu dievaluasi.
4. Perhatikan kualitas order
Lihat apakah pesanan benar-benar dibayar, dikirim, dan tidak banyak dibatalkan atau diretur.
5. Naikkan budget secara bertahap
Jangan langsung menaikkan budget hanya karena dashboard terlihat hijau. Pastikan performanya tetap sehat setelah biaya dan sumber transaksi diperiksa.
Kesimpulan
CPR GMV Max yang murah memang bisa menjadi sinyal positif. Tetapi angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa bisnis sedang untung.
Seller perlu melihat gambaran yang lebih lengkap: sumber transaksi, komisi affiliate, HPP, fee marketplace, biaya iklan, retur, dan margin bersih.
Karena pada akhirnya, tujuan campaign bukan sekadar mendapatkan CPR murah.
Tujuannya adalah mendapatkan penjualan yang benar-benar menghasilkan uang.
Menurut kamu, seller lebih sering salah membaca CPR atau salah menghitung margin?



