Retur COD Naik? Jangan Langsung Salahin Buyer

Retur COD Naik? Jangan Langsung Salahin Buyer

Status pengiriman menunjukkan “penerima menolak paket.” Karena merasa dirugikan, kita langsung menyimpulkan pembelinya nakal. Nomornya dimasukkan ke blacklist, lalu dianggap selesai. Masalahnya, saat pembeli dikonfirmasi, jawabannya malah berbeda: “Saya belum pernah ditelepon atau didatangi kurir.” Kalau cuma percaya satu keterangan di dashboard, kita berisiko menyalahkan orang yang belum tentu bersalah. Retur COD memang bisa terjadi …

Continue reading →

Dikasih Diskon Gede Biar Transfer, Masih Untung?

Dikasih Diskon Gede Biar Transfer, Masih Untung?

Diskon Rp30 ribu untuk pembeli yang mau transfer sering terlihat seperti membuang margin. Harga barang tetap sama, tetapi uang yang masuk langsung berkurang. Karena potongannya terlihat jelas, kita mudah menganggap transfer lebih merugikan daripada COD. Padahal, biaya COD biasanya tersebar di beberapa tempat. Ada fee COD, pencairan dana yang lebih lama, risiko paket ditolak, ongkir …

Continue reading →

Iklan Diklik, Chat Malah Hilang. Bocor di Mana?

Iklan Diklik, Chat Malah Hilang. Bocor di Mana?

Angka klik iklan masih terlihat normal, tetapi chat WhatsApp tiba-tiba sepi. Dalam kondisi seperti ini, reaksi pertama biasanya langsung menyalahkan campaign. Creative dianggap sudah membosankan. Target audiens dinilai salah. Budget mulai diturunkan. Iklan lama dimatikan, lalu dibuat campaign baru. Padahal, klik yang tercatat belum tentu berhasil membawa calon pembeli sampai ke WhatsApp. Bisa saja orangnya …

Continue reading →

Salah Transfer Rp75 Ribu Jadi Rp75 Juta, Harus Ngapain Dulu?

Salah Transfer Rp75 Ribu Jadi Rp75 Juta, Harus Ngapain Dulu?

Salah memasukkan satu angka nol saja sudah bikin panik. Apalagi kalau tagihan yang seharusnya Rp75 ribu malah ditransfer Rp75 juta. Begitu sadar, biasanya orang langsung menghubungi penerima lewat chat, menelepon berkali-kali, atau sibuk mencari siapa yang harus disalahkan. Padahal dalam kondisi seperti ini, kecepatan dan kelengkapan bukti jauh lebih penting daripada berdebat. Dana yang salah …

Continue reading →

Iklan Makin Mahal? Cek Ini Sebelum Nyalahin Creative

Iklan Makin Mahal? Cek Ini Sebelum Nyalahin Creative

Biaya iklan tiba-tiba naik. Creative sudah diganti, target audiens sudah diubah, bahkan campaign baru sudah dicoba. Tapi hasilnya tetap mahal. Biasanya kita langsung fokus ke dashboard iklan. Padahal masalahnya belum tentu ada di iklannya. Bisa jadi orang sudah mengeklik iklan, tetapi gagal sampai ke halaman jualan. Klik Tetap Kebayar, Pengunjung Malah Hilang Ada satu kasus …

Continue reading →

Order Turun, Biaya Tetap Jalan: Apa yang Harus Dipangkas Dulu?

Order Turun, Biaya Tetap Jalan: Apa yang Harus Dipangkas Dulu?

Bisnis ini sudah rugi empat bulan. Produknya belum ada yang benar-benar *winning*, tetapi setiap bulan bisnis tetap membayar advertiser, delapan CS, tim desain, packing, sewa tempat, internet, aplikasi, dan berbagai biaya operasional lain. Uang yang tersedia diperkirakan hanya cukup untuk lima bulan lagi. Dalam kondisi seperti ini, siapa yang harus disalahkan lebih dulu? Iklan yang …

Continue reading →

Interview-nya Bagus, Kerjanya Belum Tentu?

Interview-nya Bagus, Kerjanya Belum Tentu?

Ada kandidat CS yang pas interview kelihatan meyakinkan banget. Ngomongnya lancar, jawabannya rapi, kelihatan percaya diri, dan seolah sudah paham cara menghadapi customer. Tapi begitu mulai pegang chat beneran, hasilnya malah berantakan. Balasnya lama. Salah input order. Lupa follow-up. Begitu dapat komplain, langsung bingung harus jawab apa. Masalahnya belum tentu kandidatnya sengaja melebih-lebihkan kemampuan. Bisa …

Continue reading →

Harga Udah Dijawab, Kok Customer Malah Ghosting?

Harga Udah Dijawab, Kok Customer Malah Ghosting?

Di video sebelumnya, kita bahas satu kesalahan yang sering terjadi saat customer nanya harga: bukannya langsung dijawab, dia malah dikasih link dan disuruh cari sendiri. Solusinya sederhana: jawab dulu harganya. Tapi ternyata, jawab harga aja belum selalu cukup. Kadang nominalnya sudah disebut, tapi setelah itu customer malah diem. Chat berhenti. Nggak ada pertanyaan lanjutan, apalagi …

Continue reading →

Barang Retur Rusak, Seller Malah Disuruh Cabut Laporan?

Barang Retur Rusak, Seller Malah Disuruh Cabut Laporan?

Barang retur sampai dalam kondisi rusak. Seller lalu membuat laporan lewat jalur resmi agar kerugiannya bisa diperiksa. Tapi setelah laporan masuk, kurir justru menghubungi seller dan meminta laporan itu dicabut karena dia bisa terkena denda. Masalahnya, ketika ditanya soal ganti rugi, belum ada pihak yang mau bertanggung jawab. Situasi seperti ini bikin seller serba salah. …

Continue reading →

Dia Kasih Modal, Lo yang Kerja. Bagi 60:40, Gini Hitungannya

Dia Kasih Modal, Lo yang Kerja. Bagi 60:40, Gini Hitungannya

Di video sebelumnya, kita sudah bahas satu hal penting: modal, kerja harian, gaji pengelola, risiko rugi, dan laba bisnis jangan dicampur jadi satu. Sekarang pertanyaannya lebih konkret: kalau satu orang keluar modal dan satu orang menjalankan bisnis, pembagian 60:40 itu dihitung dari mana? Jawabannya bukan langsung mengambil 60% dan 40% dari omzet. Urutannya harus jelas …

Continue reading →

© 2018 - Loops.id