Di video sebelumnya, kita sudah bahas satu hal penting: modal, kerja harian, gaji pengelola, risiko rugi, dan laba bisnis jangan dicampur jadi satu. Sekarang pertanyaannya lebih konkret: kalau satu orang keluar modal dan satu orang menjalankan bisnis, pembagian 60:40 itu dihitung dari mana? Jawabannya bukan langsung mengambil 60% dan 40% dari omzet. Urutannya harus jelas …
Artikel
Customer Nanya Harga, Kok Malah Dikasih Link?
Customer datang ke kolom komentar lalu bertanya, “Harganya berapa?” Kita sebenarnya bisa langsung jawab. Tapi karena ingin mengarahkan traffic ke landing page, responsnya malah cuma: “Cek link ini ya, Kak.” Secara funnel mungkin kelihatan rapi. Customer masuk ke halaman yang kita kontrol, membaca detail produk, lalu diarahkan menuju checkout. Masalahnya, customer tadi cuma minta satu …
Biaya Iklan, Batasnya Siapa yang Nentuin?
Order masih masuk. Dashboard masih kelihatan rame. Tapi saldo iklan makin cepat habis dan uang yang tersisa dari tiap penjualan makin tipis. Masalahnya, banyak bisnis baru mikirin batas biaya iklan setelah uang keburu kepotong. Selama campaign masih menghasilkan order, iklannya dianggap aman. Padahal iklan yang laku belum tentu untung. Jangan Jadikan Angka Platform sebagai Patokan …
Modal dari Dia, Kerja dari Lo: Bagi Untungnya Gimana?
Satu orang keluar modal, satu orang lagi ngurus bisnis dari pagi sampai malam. Terus pembagian untungnya langsung ditentukan: 60% buat pemodal, 40% buat pengelola. Atau malah dibalik. Masalahnya, angka itu datang dari mana? Banyak partneran mulai dari menentukan persentase, padahal peran, risiko, dan tanggung jawabnya belum dihitung dengan jelas. Selama bisnis masih lancar, pembagian asal …
Iklan Direm, Bisnis Ikut Mati? Berarti Kita Masih Nyewa Traffic
Coba bayangin iklan dimatiin selama seminggu. Order masih masuk? Customer lama masih balik beli? Orang masih nyari nama brand kita? Atau penjualan langsung ikut berhenti? Kalau bisnis langsung sepi saat iklan direm, masalahnya bukan berarti iklan itu buruk. Bisa jadi selama ini kita cuma nyewa traffic, tetapi belum benar-benar membangun sumber penjualan sendiri. Ads tetap …
Punya Utang tapi Bisnis Masih Jalan: Profit Mending Buat Nyicil atau Diputer Lagi?
Utangnya belum lunas, tapi bisnis masih butuh modal buat jalan. Kalau semua profit dipake buat bayar utang, stok bisa kosong, iklan berhenti, dan operasional mulai ngos-ngosan. Tapi kalau semua uang diputer lagi, utangnya juga nggak kelar-kelar. Dua-duanya kelihatan masuk akal. Dua-duanya juga bisa jadi masalah kalau dijalankan terlalu ekstrem. Semua Profit Buat Bayar Utang Belum …
Iklan Lagi Winning, Stok Malah Habis. Harus Dimatiin?
Setelah berkali-kali testing, akhirnya ketemu juga iklan yang bagus. Order masuk terus, biaya iklan masih aman, dan produknya mulai kelihatan punya potensi buat di-scale. Masalahnya, stok malah habis. Barang baru datang lima atau enam hari lagi. Kalau iklan dimatiin, sayang banget karena momentumnya sedang bagus. Tapi kalau diterusin, order bakal terus masuk sementara barangnya belum …
Kerja Seharian, Closing Kurang, Gaji Jadi Nol?
Bayangin kita kerja jadi CS dari pagi sampai sore. Semua chat dibalas, customer di-follow up, pertanyaan dijawab satu-satu. Tapi karena closing hari itu kurang dari target, gaji harian dianggap hangus. Katanya sih adil. Kalau ada hasil, baru dibayar. Kalau nggak ada hasil, owner nggak perlu keluar biaya. Masalahnya, closing bukan cuma ditentukan oleh CS. CS …
Omzet Masuk Terus, Modal Kok Makin Tipis?
Orderan jalan. Transferan masuk hampir setiap hari. Kalau dilihat dari mutasi rekening, bisnis kelihatannya baik-baik aja. Tapi pas waktunya belanja stok, bayar iklan, atau nutup biaya operasional, uangnya malah kurang. Kok bisa? Sering kali masalahnya bukan karena bisnis nggak menghasilkan. Masalahnya, uang bisnis diambil sedikit-sedikit buat kebutuhan pribadi tanpa aturan yang jelas. Hari ini ambil …
Baru Habis Rp20 Ribu, Produk Sudah Gagal?
Iklan baru jalan sebentar. Budget yang terpakai sekitar Rp20 ribu. Belum ada order. Lalu muncul kesimpulan cepat: produknya nggak laku. Kesimpulan itu belum tentu salah. Produk yang kita tes memang bisa saja kurang menarik, terlalu mahal, atau nggak punya alasan kuat untuk dibeli. Tapi angka Rp20 ribu sendirian juga belum bisa menjelaskan bagian mana yang …









