Admin Salah Input Berkali-kali, Perlu Dihukum?

Admin Salah Input Berkali-kali, Perlu Dihukum?

Buyer memesan lima barang. Admin mencatat dua. Tim packing membaca data di sistem, lalu mengirim dua. Customer tentu komplain karena pesanannya kurang. Tim harus mengurus pengiriman susulan, ongkir bertambah, pekerjaan gudang terulang, dan kepercayaan customer ikut turun. Kalau kejadian seperti ini baru sekali, mungkin masih mudah dianggap sebagai kesalahan manusia. Masalahnya berbeda ketika salah input …

Continue reading →

Buyer Nakal Masuk Blacklist Bersama, Setuju?

Buyer Nakal Masuk Blacklist Bersama, Setuju?

Retur COD bukan cuma bikin barang pulang. Ada ongkir berangkat, ongkir balik, biaya packing, waktu tim, dan kesempatan jualan yang ikut terbuang. Kalau kejadian ini berulang dari buyer yang sama, wajar kalau muncul keinginan untuk membuat blacklist. Data buyer yang dianggap bermasalah dikumpulkan, lalu order berikutnya otomatis ditolak. Sekilas, idenya terasa masuk akal. Bisnis bisa …

Continue reading →

Iklan Masih Jalan, Landing Page Malah Hilang

Iklan Masih Jalan, Landing Page Malah Hilang

Iklan masih aktif. Orang masih melihat promosi dan mengklik tombolnya. Biaya iklan juga terus bertambah. Masalahnya, landing page yang dituju nggak bisa dibuka. Bukan karena server sedang sibuk atau desain halaman rusak, tetapi karena domain lupa diperpanjang. Kelihatannya seperti kesalahan kecil. Padahal, satu domain yang mati bisa memutus seluruh jalur penjualan: iklan tetap menghabiskan anggaran, …

Continue reading →

Brand Udah Gede, Mereknya Punya Siapa?

Brand Udah Gede, Mereknya Punya Siapa?

Banyak pemilik bisnis fokus membesarkan brand: desain makin rapi, iklan jalan terus, penjualan naik tiap bulan. Tapi ada satu pertanyaan yang sering terlewat. Nama brand yang dipakai itu, sudah terdaftar atau belum? Selama belum ada masalah, pertanyaan ini terasa nggak penting. Begitu ada pihak lain yang memakai nama serupa, atau ternyata nama yang kita pakai …

Continue reading →

Pembeli Sudah Transfer, Paket Malah Diretur. Kok Bisa?

Pembeli Sudah Transfer, Paket Malah Diretur. Kok Bisa?

Pembayaran di muka sering dianggap sebagai cara paling aman dalam jualan online. Pembeli sudah bayar, alamat sudah dikonfirmasi, dan barang sudah dikirim. Kita tinggal menunggu paket sampai ke tujuan. Tapi ternyata paket malah kembali ke gudang. Pembeli masih menunggu, status pengiriman nggak jelas, dan penjual baru sadar ketika paket sudah masuk proses retur. Akhirnya penjual …

Continue reading →

Bisnis Makin Gede, Sebenarnya Punya Siapa?

Bisnis Makin Gede, Sebenarnya Punya Siapa?

Waktu bisnis masih kecil, semuanya terasa sederhana. Satu orang keluar modal. Satu orang pegang pemasaran. Yang lain ngurus operasional. Rekening masih numpang rekening pribadi, akun iklan dibuat pakai email salah satu partner, dan stok disimpan di rumah siapa saja yang punya ruang kosong. Nggak ada perjanjian tertulis karena merasa sudah saling percaya. Masalahnya biasanya baru …

Continue reading →

CS AI Bisa Balas 24 Jam, tapi Bisa Beneran Closing?

CS AI Bisa Balas 24 Jam, tapi Bisa Beneran Closing?

CS AI kelihatannya seperti jawaban dari banyak masalah tim customer service. Bisa balas chat 24 jam, nggak pernah izin sakit, nggak minta libur, dan bisa menangani banyak percakapan sekaligus. Biayanya juga sering terlihat lebih murah dibanding menambah orang baru. Kedengarannya enak banget, kan? Tapi ada satu pertanyaan yang lebih penting: CS AI cuma bisa membalas …

Continue reading →

Barang Custom Udah Jadi, Pembeli Malah Cancel. Terus Mau Dijual ke Siapa?

Barang Custom Udah Jadi, Pembeli Malah Cancel. Terus Mau Dijual ke Siapa?

Jualan barang custom memang menarik. Pembeli bisa pesan produk yang benar-benar sesuai keinginannya—mulai dari nama, foto, warna, sampai desain khusus. Tapi ada satu risiko yang sering baru terasa setelah kejadian: Barangnya sudah selesai dibuat, eh pembelinya malah cancel. Kalau barang biasa, mungkin masih bisa dijual ke orang lain. Masalahnya, barang custom biasanya dibuat untuk satu …

Continue reading →

Kalau Bonus CS Cuma dari Closing, Jangan Heran Order Naik tapi Profit Turun

Kalau Bonus CS Cuma dari Closing, Jangan Heran Order Naik tapi Profit Turun

Banyak bisnis menganggap jumlah closing sebagai ukuran utama performa customer service. Logikanya sederhana: makin banyak order yang berhasil didapat, makin bagus kinerja CS dan makin besar bonusnya. Masalahnya, closing belum tentu menghasilkan uang. Order bisa saja masuk, tetapi alamatnya tidak lengkap, pembelinya sulit dihubungi, margin terlalu tipis, atau paket akhirnya gagal diterima. Di laporan, angka …

Continue reading →

Bisnis Berhenti Gara-Gara Satu Akun Iklan

Bisnis Berhenti Gara-Gara Satu Akun Iklan

Produk masih tersedia. Tim siap bekerja dan stok di gudang juga aman. Namun, penjualan tiba-tiba berhenti karena akun iklan dibatasi, diretas, kehilangan akses, atau mengalami masalah pembayaran. Situasi ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan sekadar akun yang tidak bisa digunakan. Seluruh aliran customer ternyata bergantung pada satu pintu. Selama akun berjalan normal, ketergantungan tersebut mungkin tidak …

Continue reading →

© 2018 - Loops.id