Stok mulai numpuk. Beberapa ukuran nggak bergerak. Warna tertentu masih memenuhi rak. Solusi pertama yang biasanya kepikiran: kasih diskon. Harganya dipotong 10 persen, belum laku. Turunin lagi. Tambah promo bundling. Kalau masih nggak bergerak, akhirnya dijual mendekati modal—bahkan rugi. Masalahnya, stok mati nggak selalu terjadi karena harganya kemahalan. Kadang barangnya memang sudah nggak dicari. Harga …
Artikel
Uang Terakhir Jangan Semuanya Dipakai Buat Modal Usaha
Punya uang Rp50 juta memang kelihatan seperti modal yang cukup besar buat mulai bisnis. Masalahnya, angka di rekening nggak selalu sama dengan jumlah uang yang benar-benar siap dipakai buat usaha. Kalau uang itu masih dibutuhkan buat makan, bayar kontrakan, cicilan, sekolah anak, atau kebutuhan darurat, berarti fungsinya belum sepenuhnya sebagai modal. Sebagian dari uang tersebut …
Iklannya Bagus, Barangnya Bikin Kecewa
Iklan bisa kelihatan meyakinkan. Fotonya bagus, copywriting-nya rapi, dan order mulai masuk. Tapi masalah sebenarnya kadang baru muncul saat barang sampai ke customer. Bahannya ternyata tipis. Jahitannya kurang rapi. Warnanya beda dari foto. Ukurannya meleset. Atau produknya sekadar nggak sebagus kesan yang dibangun lewat iklan. Customer tentu nggak melihat siapa yang membuat foto atau menulis …
Customer Cuma Read, Masih Perlu Dikejar?
Calon customer udah nanya produk. CS juga udah bales dengan lengkap. Tapi setelah itu, chat cuma dibaca. Nggak ada jawaban. Nggak ada order. Situasi kayak gini sering bikin CS bingung. Kalau nggak di-follow-up, takut kehilangan calon pembeli. Tapi kalau terus dikejar, takut customer malah risih. Jadi, harus gimana? Follow-up Bukan Sekadar Nanyain “Jadi Order?” Masalahnya …
Target Penjualan Dibebanin ke Advertiser, Emang Adil?
Advertiser berhasil ngejar target, lalu bonusnya dihitung dari jumlah penjualan. Sekilas sistem ini kelihatan adil: hasil bagus, bonus naik. Hasil turun, bonus ikut turun. Masalahnya, penjualan bukan cuma hasil kerja advertiser. Advertiser memang punya pengaruh besar terhadap iklan. Dia mengatur targeting, materi iklan, budget, pengujian, sampai efisiensi biaya. Tapi setelah orang mengeklik iklan, masih ada …
200 Leads per CS, Masih Kepegang?
Punya banyak leads memang kelihatan menyenangkan. Chat terus masuk, calon pembeli terus bertanya, dan CS terlihat sibuk dari pagi sampai malam. Tapi CS yang sibuk belum tentu produktif. Kalau satu CS harus menangani terlalu banyak leads, biasanya dia cuma sempat membalas chat yang baru masuk. Chat lama nggak sempat di-follow up, komplain terlambat ditangani, dan …
Pencairan COD Mulai Telat? Jangan Anggap Gangguan Biasa
Paket sudah diterima pembeli belum berarti uang penjualan sudah aman di rekening kita. Dalam transaksi COD, uang biasanya masih melewati proses pencatatan dan pencairan dari ekspedisi atau agregator. Karena itu, ketika jadwal pencairan mulai mundur, masalahnya bukan cuma soal menunggu beberapa hari lebih lama. Yang perlu diperhatikan adalah berapa banyak saldo yang masih tertahan. Kalau …
Admin Salah Input Berkali-kali, Perlu Dihukum?
Buyer memesan lima barang. Admin mencatat dua. Tim packing membaca data di sistem, lalu mengirim dua. Customer tentu komplain karena pesanannya kurang. Tim harus mengurus pengiriman susulan, ongkir bertambah, pekerjaan gudang terulang, dan kepercayaan customer ikut turun. Kalau kejadian seperti ini baru sekali, mungkin masih mudah dianggap sebagai kesalahan manusia. Masalahnya berbeda ketika salah input …
Buyer Nakal Masuk Blacklist Bersama, Setuju?
Retur COD bukan cuma bikin barang pulang. Ada ongkir berangkat, ongkir balik, biaya packing, waktu tim, dan kesempatan jualan yang ikut terbuang. Kalau kejadian ini berulang dari buyer yang sama, wajar kalau muncul keinginan untuk membuat blacklist. Data buyer yang dianggap bermasalah dikumpulkan, lalu order berikutnya otomatis ditolak. Sekilas, idenya terasa masuk akal. Bisnis bisa …
Iklan Masih Jalan, Landing Page Malah Hilang
Iklan masih aktif. Orang masih melihat promosi dan mengklik tombolnya. Biaya iklan juga terus bertambah. Masalahnya, landing page yang dituju nggak bisa dibuka. Bukan karena server sedang sibuk atau desain halaman rusak, tetapi karena domain lupa diperpanjang. Kelihatannya seperti kesalahan kecil. Padahal, satu domain yang mati bisa memutus seluruh jalur penjualan: iklan tetap menghabiskan anggaran, …









