Banyak owner bisnis online terjebak di pilihan ini: belajar iklan dari nol atau langsung bayar orang yang sudah bisa? Belajar sendiri terasa lebih hemat. Kita juga jadi tahu bagaimana uang iklan dipakai. Masalahnya, proses belajar butuh waktu dan sering kali tetap menghabiskan uang untuk testing. Sementara itu, gaji tim, biaya produksi, sewa, dan kebutuhan operasional …
Harga Sudah Jelas, Kok Customer Masih Nawar?
Harga produk sudah tertulis jelas di landing page. Customer sudah membacanya, lalu masuk ke WhatsApp. Tapi bukannya langsung pesan, dia malah bertanya: “Bisa kurang nggak?” Situasi seperti ini sering bikin kita serba salah. Kalau nggak dikasih diskon, takut customer pergi. Kalau langsung dituruti, margin makin tipis dan customer bisa merasa harga awal memang sengaja dinaikkan. …
Iklannya Aktif, Kok Impresinya Nol?
Di video sebelumnya, kita membahas sebuah campaign yang kelihatan aktif selama dua hari, tetapi impresi, jangkauan, dan hasilnya tetap nol. Tersangkanya sempat mengarah ke creative, akun iklan, sampai automated rule. Setelah dicek, ternyata budget hariannya sudah turun menjadi Rp0 karena rule pengurangan budget terus berjalan, sementara rule penambahannya gagal. Pelajarannya sederhana: status “aktif” belum tentu …
Udah Bayar Endorse, Videonya Boleh Langsung Dipakai buat Ads?
Banyak brand mengira setelah membayar endorse, semua konten yang dibuat creator otomatis bebas dipakai di mana saja. Videonya sudah dikirim. Creator sudah upload. Brand juga sudah bayar lunas. Rasanya wajar kalau video tersebut kemudian diunduh, diedit, lalu dipasang sebagai materi iklan. Padahal, belum tentu hak yang dibeli sampai sejauh itu. Bayar endorse biasanya mencakup proses …
Udah Bayar Endorse, Videonya Boleh Langsung Dipakai buat Ads?
Banyak brand mengira setelah membayar endorse, semua konten yang dibuat creator otomatis bebas dipakai di mana saja. Videonya sudah dikirim. Creator sudah upload. Brand juga sudah bayar lunas. Rasanya wajar kalau video tersebut kemudian diunduh, diedit, lalu dipasang sebagai materi iklan. Padahal, belum tentu hak yang dibeli sampai sejauh itu. Bayar endorse biasanya mencakup proses …
Website Rp5 Juta, Speed-nya Grade E. Lanjut Bayar atau Stop?
Kita pesan website seharga Rp5 juta dan sudah bayar DP. Begitu versi awalnya jadi, hasil tes performanya malah dapat grade E. Website terasa lambat, lalu akses yang diberikan juga terbatas: kita cuma boleh mengubah konten, sementara bagian plugin dan pengaturan teknis dikunci. Dalam kondisi begini, masalahnya ada di hosting, plugin, atau penyedia jasanya? Jawabannya: jangan …
CPR Mahal? Jangan Buru-Buru Utak-atik Targeting
Ketika biaya per lead mulai naik, refleks pertama kita biasanya sama: ganti targeting. Interest diubah. Umur diperlebar. Lokasi dipersempit. Campaign diduplikat. Bahkan akun iklannya ikut dicurigai. Padahal, belum tentu masalahnya ada di audiens. Bisa jadi orang yang kita targetkan masih relevan, tetapi mereka terus melihat materi iklan yang mirip-mirip. Ganti warna belum tentu jadi konten …
Capek Gonta-ganti Produk? Jangan Buru-buru Bikin Brand
Main produk hit-and-run memang melelahkan. Hari ini jual alat dapur, bulan depan pindah ke fashion, lalu ganti lagi karena biaya iklannya mulai mahal. Setiap produk sepi, rasanya kita harus mengulang semuanya dari awal. Wajar kalau akhirnya kepikiran: “Apa mending bikin brand sendiri aja biar bisnisnya lebih stabil?” Boleh. Tapi jangan menganggap brand sebagai obat otomatis …
Retur 7% atau 14%? Bisa Jadi Nggak Ada yang Salah
Dashboard pengiriman menunjukkan retur COD cuma 7%. Angkanya kelihatan aman. Tapi ketika invoice diperiksa dan laporan keuangan dirapikan, angka retur ternyata mencapai 14%—dua kali lipat dari yang terlihat di dashboard. Pertanyaannya: siapa yang salah? Dashboard-nya? Akuntannya? Atau memang ada paket yang nggak tercatat? Jawabannya bisa lebih sederhana: cara dan waktu menghitungnya berbeda. Dashboard Menampilkan Kondisi …
Diskon Gede, Kok Malah Kelihatan Ngibul?
Pernah lihat iklan yang nulis harga asli jutaan, terus dicoret, dan harga jualnya cuma sepertiganya? Di atas kertas ini kedengarannya strategi bagus orang suka merasa dapat harga murah. Tapi kalau dipakai sembarangan, trik ini justru bisa bikin calon pembeli curiga duluan sebelum mereka sempat lihat produknya. Kenapa Harga Coret Bisa Berbalik Jadi Bumerang Harga coret …









