Omzet Masuk Terus, Modal Kok Makin Tipis?

Omzet Masuk Terus, Modal Kok Makin Tipis?

Orderan jalan. Transferan masuk hampir setiap hari. Kalau dilihat dari mutasi rekening, bisnis kelihatannya baik-baik aja.

Tapi pas waktunya belanja stok, bayar iklan, atau nutup biaya operasional, uangnya malah kurang.

Kok bisa?

Sering kali masalahnya bukan karena bisnis nggak menghasilkan. Masalahnya, uang bisnis diambil sedikit-sedikit buat kebutuhan pribadi tanpa aturan yang jelas.

Hari ini ambil buat bayar tagihan rumah. Besok buat belanja. Lusa ada kebutuhan mendadak, ambil lagi. Nominalnya mungkin kelihatan kecil, tapi karena dilakukan berkali-kali, modal bisnis pelan-pelan bocor.

Owner Tetap Perlu Digaji

Pisahin uang bisnis bukan berarti owner nggak boleh menikmati hasil kerja sendiri.

Owner tetap perlu digaji.

Justru dengan adanya gaji yang jelas, kita tahu berapa uang yang boleh dipakai buat kebutuhan pribadi dan berapa yang harus tetap tinggal di bisnis.

Tentukan nominalnya sesuai kemampuan bisnis. Nggak perlu memaksakan gaji besar kalau kondisi bisnis belum stabil. Yang penting jumlah dan jadwal pengambilannya jelas.

Misalnya, owner menerima gaji setiap awal bulan. Di luar itu, uang yang masuk tetap dianggap sebagai uang bisnis—bukan uang pribadi yang bebas dipakai kapan aja.

Omzet Bukan Uang yang Bisa Langsung Dibawa Pulang

Ini yang sering bikin salah paham.

Omzet besar belum tentu berarti uang yang bisa dinikmati juga besar. Di dalam omzet masih ada modal barang, biaya iklan, gaji tim, ongkir, retur, tools, pajak, dan berbagai biaya lain.

Kalau semua uang yang terlihat di rekening dianggap sebagai keuntungan, bisnis bisa kehilangan tenaga buat jalan bulan berikutnya.

Hari ini mungkin masih aman. Tapi begitu iklan perlu dinaikkan, supplier minta pembayaran, atau ada pengeluaran mendadak, bisnis langsung sesak.

Makanya, sebelum membawa keuntungan pulang, sisihkan dulu uang untuk:

– stok atau produksi berikutnya;
– biaya iklan;
– kebutuhan operasional;
– gaji tim;
– retur dan komplain;
– dana cadangan bisnis.

Setelah semua kebutuhan itu aman, barulah keuntungan yang memang tersedia bisa dibagikan atau diambil.

Uang Nganggur Belum Tentu Uang Pribadi

Kadang ada uang yang kelihatannya cuma diam di rekening. Karena belum langsung dipakai, rasanya sayang kalau nggak diambil.

Padahal uang itu bisa jadi sedang menunggu waktunya.

Mungkin minggu depan dipakai buat restock. Bulan depan buat bayar iklan. Atau jadi penyelamat saat penjualan turun dan ada biaya yang tetap harus dibayar.

Jadi, uang yang kelihatan nganggur belum tentu milik owner. Bisa jadi itu napas bisnis untuk bertahan bulan depan.

Bisnis yang sehat bukan cuma bisnis yang ramai transferan. Bisnis juga harus tetap punya cukup uang setelah owner menerima bagiannya.

Kalau rekening bisnis selalu terlihat ramai tetapi modal terus menipis, coba cek lagi: owner sudah punya gaji yang jelas, atau masih mengambil uang bisnis kapan aja?

Leave a Reply

© 2018 - Loops.id